Senin, 08 Agustus 2011

HADIST TENTANG BENAR DAN DUSTA

1. Hendaklah kamu selalu benar. Sesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga. Selama seorang benar dan selalu memilih kebenaran dia tercatat di sisi Allah seorang yang benar (jujur). Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong). (HR. Bukhari)

2. Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. (HR. Muslim)

3. Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
4. Seorang mukmin mempunyai tabiat atas segala sifat aib kecuali khianat dan dusta. (HR. Al Bazzaar)
5. Rasulullah Saw membolehkan dusta dalam tiga perkara, yaitu dalam peperangan, dalam rangka mendamaikan antara orang-orang yang bersengketa dan pembicaraan suami kepada isterinya. (HR. Ahmad)
Penjelasan:
Bila dikhawatirkan ucapan suami yang benar dapat berakibat buruk, maka suami boleh berdusta kepada isteri untuk memelihara kerukunan.

6. Suatu khianat besar bila kamu berbicara kepada kawanmu dan dia mempercayai kamu sepenuhnya padahal dalam pembicaraan itu kamu berbohong kepadanya. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
7. Sesungguhnya Allah menyukai dusta yang bertujuan untuk memperbaiki dan mendamaikan (merukunkan), dan Allah membenci kebenaran (kejujuran) yang mengakibatkan kerusakan. (HR. Ibnu Babawih)

 Sumber:www.wirausahapesantren.blogspot.com

Rabu, 03 Agustus 2011

Beberapa Kesalahan Manusia Dalam Masjid


Masjid adalah tempat pembinaan umat yang sangat penting. Di tempat yang mulia ini ada
adab-adab yang perlu diperhatikan ketika kita berhubungan dengan masjid, namun
banyak kaum muslimin yang melalaikan adab-adab tersebut padahal mereka berada di
rumah-rumah milik Alloh. Di sini insya Alloh akan sedikit dibahas beberapa kesalahan
yang paling sering terjadi.

1.Memakai Pakaian yang Tidak Bagus Ketika Sholat

Kaum Muslimin yang semoga dirohmati Alloh Ta’ala, Alloh tidak hanya memerintahkan
kita untuk sekedar memakai pakaian yang menutup aurot, akan tetapi memerintahkan kita
pula untuk memperbagus pakaian apalagi ketika ke masjid. Alloh berfirman, “Hai anak
adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.” (Al A’raf: 31).

Imam Ibnu Katsir mengatakan dalam kitab tafsirnya bahwa dari ayat ini dapat diambil
pelajaran bahwa kita disunnahkan berhias ketika sholat, lebih-lebih ketika hari jumat dan
hari raya. Dan termasuk perhiasan adalah siwak dan parfum.
Namun sekarang banyak kita jumpai kaum muslimin yang ketika pergi ke masjid hanya
mengenakan pakaian seadanya padahal ia memiliki pakaian yang bagus. Bahkan tidak
sedikit yang mengenakan pakaian yang penuh gambar atau berisi tulisan-tulisan jahil.
Akibatnya, mau tidak mau orang yang ada dibelakangnya akan melihat dan membaca
sehingga rusaklah konsentrasinya.

2.Tidak Meluruskan Shof dan Enggan di Shof Pertama

Di banyak masjid, kerapian, kelurusan dan kerapatannya shof sholat berjamaah seringkali
diabaikan. Padahal shof yang tidak rapat akan mengganggu ketenangan sholat.
Rosululloh bersabda, “Luruskanlah shofmu atau Alloh akan menaruh permusuhan dan
kemarahan dalam hati kalian.” (HR. Muslim)
. Sahabat Nu’man bin basyir rodhiyallohu
‘anhu berkata, “Kami melihat salah satu di antara kami menyentuhkan pundaknya
dengan pundak temannya.” Bahkan Imam Bukhori dalam kitab shohihnya beliau
membuat satu judul bab, “Bab hendaknya pundak menyentuh pundak dan kaki
menyentuh kaki dalam pengaturan shof.”
Selain itu, kadang seseorang malas berada di shof pertama dan lebih suka berada di shof
belakang. Bahkan ia malah mempersilakan orang lain mengisi shof pertama sementara ia
sendiri ada di belakang. Rosululloh bersabda, “Andaikan manusia tahu betapa besar
pahala orang yang menjawab adzan dan shof yang pertama, lalu ia tidak
mendapatkannya kecuali dengan undian tentu ia akan mengikutinya.” (HR. Bukhori)

3.Berjalan Tergesa-Gesa dan Tidak Segera Sholat Bersama Imam Ketika Masbuq

Seorang yang khawatir ketinggalan sholat (masbuq) hendaklah tetap berjalan dengan
tenang dan tidak tergesa-gesa apalagi sampai berlari untuk menuju ke masjid. Rosululloh
bersabda, “Jika kalian mendengarkan iqomat, hendaklah berjalan untuk sholat. Wajib
bagimu untuk mendatanginya dengan tenang dan janganlah lari terburu-buru. Apa yang
kalian dapati bersama imam maka kerjakanlah dan yang kurang sempurnakanlah.” (HR.
Bukhori)

Kadang ada makmum masbuq yang ketika mendapati imam yang sedang sujud tidak
segera takbirotul ihrom dan sujud, tetapi justru menunggu sampai imam berdiri.
Perbuatan ini bertentangan dengan sunnah, berdasarkan hadis di atas dan hadits:
“Sesungguhnya imam itu dijadikan panutan, jika ia bertakbir maka bertakbirlah, jika ia
sujud maka bersujudlah dan jika ia bangun maka bangunlah.” (HR. Muslim)

4.Jual Beli Dalam Masjid

Jual beli di dalam masjid hukumnya haram, berdasarkan hadits: “Apabila kalian melihat
orang menjual atau membeli barang dalam masjid maka katakan kepadanya: ‘Semoga
Alloh tidak memberi keuntungan dalam jual-belimu’.” (HR. Tirmidzi)
. Hadits ini juga
memerintahkan kita yang melihatnya untuk mengatakan: ‘Semoga Alloh tidak memberi
keuntungan dalam jual-belimu’ sebagai teguran dalam bentuk doa, karena memang
masjid dibangun bukan untuk jual beli. Wallohu a’lam bish showab.

Adab Bersedekah

-------------------
1.Luruskan niat!
Hendaklah yang dicari hanyalah wajah Allah semata, bukan karena riya' atau
ingin dipuji manusia dengan dikatakan dermawan.

2. Harus dari harta yang halal!
3.Sedekah dengan harta yang paling dicintai


4.Mendahulukan kerabat terdekat
Sabda Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam (yang artinya):
"Sedekah kepada orang miskin mendapat satu sedekah, dan sedekah kepada
saudara kerabat mendapat dua pahala; pahala sedekah dan pahala menyambung
tali silaturahmi." (HR. Ahmad (IV/18). Syaikh Al Albani menyatakan hadits ini
hasan dalam al Irwaa' (no. 883)).

5.Jangan sembarangan memberi orang
 
6.Menyembunyikan sedekah
Sebisa mungkin hendaknya bagi orang yang sedekah untuk menyembunyikan
sedekahnya, kecuali apabila menampakkan sedekah membawa mashlahat yang
kuat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya):

"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka hal itu adalah baik sekali. Dan
jika kamu menyembunyikannya, dan kamu berikan kepada orang orang fakir,
maka menyembunyikan itu lebih baik lagi bagimu. Dan Allah akan
menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan kesalahanmu; dan Allah
mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Baqarah: 271).


7.Keluarkan sedekah walaupun sedikit
8.Tunaikan zakat yang wajib!
 
9.Lembut kepada fakir miskin dan jangan diungkit ungkit!
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya):
"Orang orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak
mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut
pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka
memperoleh pahala di sisi Rabb mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap
mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS. Al Baqarah: 262).

Imam al Qurthubi rahimahullah mengatakan, "Orang orang yang menyebut
nyebut pemberiannya biasanya dari orang yang pelit. Orang yang pelit selalu
merasa besar dengan apa yang diberikannya sekalipun sedikit!".
 


10.Jangan rakus dengan harta dan dunia yang fana!

Menyembunyikan sedekah itu lebih baik. Lebih terbebas dari riya'. Tidak banyak
orang yang tahu. Sehingga sedekah yang diberikan secara tersembunyi menjadi
rahasia antara dirinya dan Allah Jalla wa 'Ala.

Macam Bid'ah di bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan barakah dan penuh dengan
keutamaan. Allah SWT telah mensyariatkan dalam bulan tersebut
berbagai macam amalan ibadah yang banyak agar manusia semakin mendekatkan diri
kepada-Nya. Akan tetapi sebagian dari kaum muslimin berpaling dari keutamaan ini dan
membuat cara-cara baru dalam beribadah. Mereka lupa firman Allah ta’ala, “Pada hari
ini Aku telah menyempurnakan agama kalian.” (QS. Al-Maidah: 3)
. Mereka ingin
melalaikan manusia dari ibadah yang disyariatkan. Mereka tidak merasa cukup dengan
apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para
sahabat beliau ridhwanullahi ‘alaihim ajma’iin.

Di bawah kami mencoba mengangkat beberapa amalan bid’ah yang
banyak dilakukan oleh kaum muslimin
semoga dengan mengetahuinya kaum muslimin bisa meninggalkan perbuatan tersebut.

1.Bid’ah Berzikir Dengan Keras Setelah Salam Shalat Tarawih 
 Berzikir dengan suara keras setelah melakukan salam pada shalat tarawih dengan
dikomandani oleh satu suara adalah perbuatan yang tidak disyariatkan. Begitu pula
perkataan muazin, “assholaatu yarhakumullah” dan yang semisal dengan perkataan
tersebut ketika hendak melaksanakan shalat tarawih, perbuatan ini juga tidak disyariatkan
oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak pula oleh para sahabat maupun
orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Oleh karena itu hendaklah kita merasa
cukup dengan sesuatu yang telah mereka contohkan. Seluruh kebaikan adalah dengan
mengikuti jejak mereka dan segala keburukan adalah dengan membuat-buat perkara baru
yang tidak ada tuntunannya dari mereka.

2.Membangunkan Orang-Orang untuk Sahur

Perbuatan ini merupakan salah satu bid’ah yang tidak pernah dilakukan pada masa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau tidak pernah memerintahkan hal ini.
Perbedaan tata-cara membangunkan sahur dari tiap-tiap daerah juga menunjukkan tidak
disyariatkannya hal ini, padahal jika seandainya perkara ini disyariatkan maka tentunya
mereka tidak akan berselisih.

3.Melafazkan Niat

Melafazkan niat ketika hendak melaksanakan puasa Ramadhan adalah tradisi yang
dilakukan oleh banyak kaum muslimin, tidak terkecuali di negeri kita. Di antara yang kita
jumpai adalah imam masjid shalat tarawih ketika selesai melaksanakan shalat witir
mereka mengomandoi untuk bersama-sama membaca niat untuk melakukan puasa besok
harinya.
Perbuatan ini adalah perbuatan yang tidak di contohkan oleh Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam juga orang-orang saleh setelah beliau. Yang sesuai tuntunan adalah
berniat untuk melaksanakan puasa pada malam hari sebelumnya cukup dengan meniatkan
dalam hati saja, tanpa dilafazkan.

4.Imsak
Tradisi imsak, sudah menjadi tren yang dilakukan kaum muslimin ketika ramadhan.
Ketika waktu sudah hampir fajar, maka sebagian orang meneriakkan “imsak, imsak…”
supaya orang-orang tidak lagi makan dan minum padahal saat itu adalah waktu yang
bahkan Rasulullah menganjurkan kita untuk makan dan minum. Sahabat Anas
meriwayatkan dari Zaid bin Sabit radhiyallahu ‘anhuma, “Kami makan sahur bersama
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau shalat. Maka kata Anas,
“Berapa lama jarak antara azan dan sahur?”, Zaid menjawab, “Kira-kira 50 ayat
membaca ayat al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menunda Azan Magrib Dengan Alasan Kehati-Hatian
Hal ini bertentangan dengan perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang
menganjurkan kita untuk menyegerakan berbuka. Rasulullah bersabda,
“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
(HR. Bukhari Muslim)

5.Takbiran

Yaitu menyambut datangnya ied dengan mengeraskan membaca takbir dan memukul
bedug pada malam ied. Perbuatan ini tidak disyariatkan, yang sesuai dengan sunah adalah
melakukan takbir ketika keluar rumah hendak melaksanakan shalat ied sampai tiba di
lapangan tempat melaksanakan shalat ied.

6.Padusan

Yaitu Mandi besar pada satu hari menjelang satu ramadhan dimulai. Perbuatan ini tidak
disyariatkan dalam agama ini, yang menjadi syarat untuk melakukan puasa ramadhan
adalah niat untuk berpuasa esok pada malam sebelum puasa, adapun mandi junub untuk
puasa Ramadhan tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Mendahului Puasa Satu Hari Atau Dua Hari Sebelumnya
Rasulullah telah melarang mendahului puasa ramadhan dengan melakukan puasa pada
dua hari terakhir di bulan sya’ban, kecuali bagi yang memang sudah terbiasa puasa pada
jadwal tersebut, misalnya puasa senin kamis atau puasa dawud. Rasulullah bersabda,
“Janganlah kalian mendahului puasa ramadhan dengan melakukan puasa satu hari atau
dua hari sebelumnya. Kecuali bagi yang terbiasa melakukan puasa pada hari tersebut
maka tidak apa-apa baginya untuk berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

7.Perayaan Nuzulul Qur’an

Yaitu melaksanakan perayaan pada tanggal 17 Ramadhan, untuk mengenang saat-saat
diturunkannya al-Qur’an. Perbuatan ini tidak ada tuntunannya dari praktek Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitu pula para sahabat sepeninggal beliau.

8.Berziarah Kubur Karena Ramadhan 
 Tradisi ziarah kubur menjelang atau sesudah ramadhan banyak dilakukan oleh kaum
muslimin, bahkan di antara mereka ada yang sampai berlebihan dengan melakukan
perbuatan-perbuatan syirik di sana. Perbuatan ini tidak disyariatkan. Ziarah kubur
dianjurkan agar kita teringat dengan kematian dan akhirat, akan tetapi
mengkhususkannya karena even tertentu tidak ada tuntunannya dari Rasulullah maupun
para sahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’iin.

Inilah beberapa bid’ah yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, khususnya di
negeri kita, semoga Allah ta’ala memberikan kita ilmu yang bermanfaat, sehingga kita
bisa meninggalkan perkara-perkara tersebut dan melakukan perbuatan yang sesuai
dengan tuntunan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
***

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons