Senin, 04 Juni 2012

Penyebab Internet Di Indonesia Lambat

Data dari lembaga riset Akamai menyebutkan kecepatan koneksi internet rata-rata di Indonesia sekitar 772 kbps sedangkan Malaysia 1.7 Mbps, Thailand 3 Mbps, Vietnam 1.5 Mbps, Kamboja 1.2 Mbps dan Laos 956 Kbps.
Internet ASEAN 2012 GadgetG Kenapa Internet Indonesia Lambat (Dan Mahal)?
 Kenapa internet di Indonesia lambat (dan mahal)?
Dikutip dari gadgetgaul.com, Inilah kesimpulan yang jadi penyebab lambat dan mahalnya koneksi internet di Indonesia. Yakni:
Kondisi geografis yang sangat luas dan medan yang beraneka-ragam
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, terdiri lebih dari 13 ribu pulau  yang terbentang dalam luas lebih dari 1.9 juta km2. Ditambah dengan medan yang berbukit dan berlembah tentu menjadi tantangan tersendiri dalam membangun infrastruktur internet baik kabel maupun nirkabel.
Tingginya angka pengguna internet
Pada Desember 2011, pengguna internet Indonesia tercatat mencapai 55 juta jiwa atau 22.4% dari total populasi orang Indonesia. Dengan angka ini, Indonesia mencatatkan diri sebagai negara dengan jumlah pengguna internet no. 8 terbanyak di dunia dan terbanyak ke-4 di Asia setelah Tiongkok, India dan Jepang. Semakin banyak jumlah pengguna internet yang harus dilayani tentu membuat rata-rata kecepatan internet semakin turun.
Perang promosi operator penyedia koneksi internet
Perang promosi yang terjadi pada operator penyedia koneksi internet akhir-akhir ini memang membuat harga koneksi internet terasa lebih murah bagi konsumen namun dengan itu semakin turun pula kualitas koneksi internetnya baik dari segi kecepatan maupun kestabilan koneksi yang pada akhirnya tidak jadi lebih murah dari sebelumnya.
Regulasi pemerintah yang kurang efisien
Hal ini lebih banyak dirasakan oleh rekan-rekan operator penyedia layanan internet seluler seperti kewajiban membayar Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) ke pemerintah yang dirasa oleh operator terlalu tinggi sehingga membuat hitung-hitungan bisnis balik modal (ROI) dari investasi suatu teknologi misal 3G jadi lebih lambat. Jika investasi operator tersebut belum balik modal (ROI) tentu mereka akan menunda investasi teknologi berikutnya misal LTE / 4G.
Saat ini Indonesia memiliki 9 operator seluler dan itu terlalu banyak. Di berbagai negara maju, jumlah operator seluler dibatasi pemerintahnya tidak pernah lebih dari 5 perusahaan. Setiap operator akan mendapatkan spektrum jaringan yang kecil karena harus berbagi dengan operator lain. Hal ini menyebabkan rendahnya kualitas jaringan seluler Indonesia.
 
 
 

Hewan Padang Pasir Paling Tangguh, Evolusi atau Penciptaan?

Telah berabad-abad manusia memilih unta menjadi hewan 'pembawa segala' di gurun pasir. Orang-orang dari Maroko sempat mengandalkan kuda sebagai pengangkut barang, namun kenyataannya tidak efektif. Sehingga unta kembali jadi pilihan, mengikuti saudara-saudaranya bangsa Arab yang lain.

 
Foto: extreme-safari.com
Unta memang sahabat manusia terhebat di gurun pasir, dan telah menjadi simbul bagi kehidupan di gurun pasir.Tak banyak binatang yang mampu hidup di sana, kecuali reptil dan beberapa binatang kecil lain.

Di gurun pasir terdapat badai pasir yang bisa menelan apa saja yang dilaluinya, dan yang sangat mengganggu pernafasan. Padang pasir berarti kematian yang tak terelakkan bagi seseorang tanpa pelindung yang terperangkap di dalamnya.

Hanya kendaraan yang secara khusus dibuat untuk tujuan ini saja yang dapat bertahan dalam kondisi gurun ini. Kendaraan apapun yang berjalan di kondisi yang panas menyengat di gurun pasir, harus didisain untuk mampu menahan panas dan terpaan badai pasir.

Selain itu, ia harus mampu berjalan jauh, dengan sedikit bahan bakar dan sedikit air. Mesin yang paling mampu menahan kondisi sulit ini bukanlah kendaraan bermesin, melainkan seekor binatang, yakni unta.

Keunggulan Unta

Jika kita amati bagaimana unta diciptakan, kita akan menyaksikan bahwa setiap bagian terkecil darinya adalah keajaiban penciptaan.

Padang pasir merupakan tempat yang sangat panas membakar. Harus sering minum agar tak mengalami dehidrasi, tapi sulit untuk menemukan air di sini.

Menemukan sesuatu yang dapat dimakan di hamparan pasir tak bertepi juga tampak mustahil. Jadi, binatang yang hidup di sini harus mampu menahan lapar dan haus, dan unta telah diciptakan dengan kemampuan ini.
 Foto: artprintimages.com
Unta dapat bertahan hidup hingga delapan hari pada suhu lima puluh derajat tanpa makan atau minum.

Ketika unta yang mampu berjalan tanpa minum dalam waktu lama ini menemukan sumber air, ia akan menyimpannya. Unta mampu meminum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit. Ini berarti seratus tiga puluh liter dalam sekali minum; dan tempat penyimpanannya adalah punuk unta. Sekitar 40 kilogram lemak tersimpan di sini. Hal ini menjadikan unta mampu berjalan berhari-hari di gurun pasir tanpa makan apapun.

Kebanyakan makanan di gurun pasir adalah kering dan berduri. Namun sistem pencernaan pada unta telah diciptakan sesuai dengan kondisi yang sulit ini. Gigi dan mulut binatang ini telah dirancang untuk memungkinkannya memakan duri tajam dengan mudah.

Perutnya memiliki disain khusus tersendiri sehingga cukup kuat untuk mencerna hampir semua tumbuhan di gurun pasir. Angin gurun yang muncul tiba-tiba biasanya menjadi pertanda kedatangan badai pasir. Butiran pasir menyesakkan nafas dan membutakan mata.

Tapi, Allah telah menciptakan sistem perlindungan khusus pada unta sehingga ia mampu bertahan terhadap kondisi sulit ini. Kelopak mata unta melindungi matanya dari dari debu dan butiran pasir.

Namun, kelopak mata ini juga transparan atau tembus cahaya, sehingga unta tetap dapat melihat meskipun dengan mata tertutup. Bulu matanya yang panjang dan tebal khusus diciptakan untuk mencegah masuknya debu ke dalam mata. Terdapat pula disain khusus pada hidung unta. Ketika badai pasir menerpa, ia menutup hidungnya dengan penutup khusus.
 Foto: interesting-animal-fact.blogspot.com
 
Salah satu bahaya terbesar bagi kendaraan yang berjalan di gurun pasir adalah terperosok ke dalam pasir. Tapi ini tidak terjadi pada unta, sekalipun ia membawa muatan seberat ratusan kilogram, karena kakinya diciptakan khusus untuk berjalan di atas pasir. Telapak kaki yang lebar menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, dan berfungsi seperti pada sepatu salju.

Kaki yang panjang menjauhkan tubuhnya dari permukaan pasir yang panas membakar di bawahnya. Tubuh unta tertutupi oleh rambut lebat dan tebal. Ini melindunginya dari sengatan sinar matahari dan suhu padang pasir yang dingin membeku setelah matahari terbenam. Beberapa bagian tubuhnya tertutupi sejumlah lapisan kulit pelindung yang tebal.

Lapisan-lapisan tebal ini ditempatkan di bagian-bagian tertentu yang bersentuhan dengan permukaan tanah saat ia duduk di pasir yang amat panas. Ini mencegah kulit unta agar tidak terbakar. Lapisan tebal kulit ini tidaklah tumbuh dan terbentuk perlahan-lahan; tapi unta memang terlahir demikian. Disain khusus ini memperlihatkan kesempurnaan penciptaan unta.

Tak satupun dari ini semua dapat dijelaskan oleh logika teori evolusi, dan kesemuanya ini menyatakan satu kebenaran yang nyata: Unta telah diciptakan secara khusus oleh Allah untuk hidup di padang pasir, dan untuk membantu kehidupan manusia di tempat ini.

''Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan.'' (QS. Al-Ghaasyiyah, 88:17)










Sumber:apakabardunia.com

Cium Bau Badan Kalau Mau Tahu Umur Seseorang

muwan selalu ingin tahu segala hal. Bahkan, urusan bau badan manusia pun jadi sasaran. Uniknya, menurut hasil riset yang dilakukan, terdapat kesimpulan baru, bahwa bau badan bisa menentukan usia seseorang.
Ilustrasi mencium bau badan/mylot.com
Studi itu dilakukan untuk mengetahui tingkah pola orang tua dan rumah mereka yang memiliki bau khas, khususnya di berbagai kebudayaan. Orang Jepang bahkan memiliki nama tertentu untuk aroma mereka yang disebut kareishu.

Seorang neuroscientist Johan Lundstrom dan rekan-rekannya di Monell Chemical Senses Center di Philadelphia menunjukan, orangtua memiliki bau khas yang berbeda dengan kaum muda dan setengah baya. Sebab menurut mereka, perubahan usia berkaitan dengan pelepasan bahan kimia melalui kelenjar dan bakteri pada kulit.

Mereka mengumpulkan sampel ketiak bau dari tiga kelompok usia. Masing-masing kelompok usia diwakili 12 hingga 16 orang. Tiga kelompok usia tersebut di antaranya 20-30 tahun, 45-55 tahun, dan 75-95 tahun. Semua sampel orang bukan perokok dan pengguna obat-obatan.

Orang-orang tersebut tidur dengan menggunakan kaos dengan bantalan penyerap yang dijahit di bagian ketiak. Mereka melakukannya selama lima malam beruntun. Hasilnya, orang yang usianya lebih muda dan setengah baya lebih kuat dan lebih menyenangkan dari yang tua. Sehingga sebelum melihat secara langsung pun, seseorang bisa ditebak kisaran usianya dari bau badan yang ia miliki.

Para peneliti menunjukan, orang yang menemukan bau tak menyenangkan pada orangtua karena beberapa dari mereka tinggal di tempat yang kurang menarik. Contohnya rumah jompo yang tidak bersih atau ruangan yang pengap. 
Jadi kesimpulannya adalah: aroma tubuh anak muda disebut lebih kuat dan 'menyenangkan' ketimbang orang yang lebih tua.
Wah, harus berusaha punya bau badan yang enak, nih supaya tetap dibilang masih muda. Kalau perlu, pakai saja bedak bayi... :-)
 
 
 
 

Ada Desa Diserang Jutaan Nyamuk

Pernah diserang gerombolan nyamuk saat tidur? Dijamin kita tak bisa tidur karena gatal-gatal di sekujur tubuh. Biasanya nyamuk banyak berkembang biak saat musim pancaroba, oleh karena itu banyak orang waspada dan melakukan penyemperotan agar terhindar dari demam berdarah.
Namun, bagaimana dengan fenomena yang satu ini? Tanggal 14 Mei lalu, desa di wilayah Nikiltsy Myadel, Rusia diserang secara tiba-tiba oleh jutaan nyamuk.

Menurut saksi mata, nyamuk-nyamuk ini memang datang berbondong-bondong seperti sedang bermigrasi, seperti yang dilaporkan salah seorang penduduk yang mengabadikan peristiwa langka ini.

"Saya bertahan dengan kamera selama tiga jam, dan Anda bisa lihat saya berhasil memotret gerombolan nyamuk yang mengerikan, bahkan suara mesin lain pun kalah dengan suara mereka,"

 

Untungnya, nyamuk-nyamuk tersebut sama sekali tidak menggigit walau kelihatannya kerumunan mereka sangat besar dan mengerikan. "Yang saya tahu, sih... nyamuk-nyamuk itu tidak berbahaya. Kalau tidak saat saya memotret pasti sudah habis diserang mereka."

Menurut direktur The Naroch Biological Station, Tatiana Zhukova, hal ini merupakan proses alamiah yang wajar terjadi. Nyamuk adalah hewan yang meletakkan telurnya di setiap permukaan air, telur-telur itu akan menetas menjadi larva. Ketika larva itu sudah menjadi nyamuk dewasa seperti ini, mereka akan kembali ke daratan untuk berkembang biak lagi.

Tatiana juga menambahkan bahwa perubahan arah angin dan cuaca juga dapat mempengaruhi perilaku hewan, termasuk membuat mereka berperilaku aneh, seperti yang terjadi pada nyamuk-nyamuk ini.




Sumber:apakabardunia.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons