Selasa, 23 Agustus 2011

Rokok


Apakah anda tahu hal ini?
Ketika kamu menghisap rokok, kamu SEDANG MENGHISAP bahan kapur barus, racun tikus, bahan bakar roket, bahan plastik PVC, pembersih lantai, pelarut industri, bahan korek api, bahan berradiasi, dan Gas Racun yang dipakai dalam ruang pelaksanan hukuman mati.

Gak salah kalo orang bilang merokok itu adalah "cara bunuh diri pelan-pelan", soalnya dalam asap rokok, terdapat lebih dari 40 bahan kimia penyebab kanker (bahan karsinogenik istilahnya), sejumlah racun berbahaya seperti ARSENIKUM dan SIANIDA, serta lebih dari 4000 bahan lainnya.

Jadi bukan hanya NIKOTIN dan TAR aja yang ngerusakin diri lu.

Ini beberapa bahan kimia paling berbahaya dari rokok :

1.
ASETON - bahan utama penghapus cat dan cat kuku.

2.
METANOL - bahan bakar roket.

3.
NAFTALEN - Kapur Barus. Ingat gak kata Mama kapur barus jangan ditelan?

4.
CADMIUM - dipakai pada AKI mobil.

5.
VINYL CHLORIDA - bahan plastik PVC

6.
HIDROGEN SIANIDA - Gas racun yang dipakai untuk pelaksanaan hukuman mati di kamar gas. (keren ini)

7.
AMONIA - Pembersih lantai.

8.
TOLUENE - pelarut industri

9.
ARSENIK - Racun Tikus

10.
FENOL - Disinfektan / pembunuh kuman

11.
BUTAN - Bahan Bakar korek api.

12.
POLONIUM - bahan berradiasi.

Masih banyak zat berbahaya lain dalam rokok. Have I mentioned DDT aka insecticide?



Dan ini 3 bahan yang paling mengerikan :

13.
GAS KARBON MONOKSIDA [CO] - gas keluaran dari knalpot yang jika terlalu banyak dihirup bisa menyebabkan sesak nafas, pusing, mual, dan bahkan kematian. CO lebih ganteng dari Oksigen, jadi ketika sampai di paru-paru, ia lebih "dicintai" oleh Hemoglobin, si pengikat Oksigen dalam darah. Hasilnya, Oksigen tidak diangkut darah dan ketika jantung dan otak kamu kekurangan Oksigen... well, RIP.

14.
NIKOTIN - Perangsang zat kimia di otak, menyebabkan kecanduan, merangsang kelenjar adrenalin untuk menghasilkan hormon yang mengganggu kerja jantung.

15.
TAR - Ini hitam. Ini Lengket. Penyebab kanker utama rokok. TAR juga menyebabkan rambut getar di saluran pernafasan menjadi berhenti. Padahal rambut ini mencegah bahan berbahaya masuk ke dalam paru-paru..

Ingat bahwa
perokok pasif juga mendapat sebagian besar dari bahan-bahan tersebut. Kasihan kan mereka...
Maka tidak heran lah setiap jenis rokok diberikan peringatan yang kadang masih banyak diabaikan orang.

 

Rokok


Apakah anda tahu hal ini?
Ketika kamu menghisap rokok, kamu SEDANG MENGHISAP bahan kapur barus, racun tikus, bahan bakar roket, bahan plastik PVC, pembersih lantai, pelarut industri, bahan korek api, bahan berradiasi, dan Gas Racun yang dipakai dalam ruang pelaksanan hukuman mati.

Gak salah kalo orang bilang merokok itu adalah "cara bunuh diri pelan-pelan", soalnya dalam asap rokok, terdapat lebih dari 40 bahan kimia penyebab kanker (bahan karsinogenik istilahnya), sejumlah racun berbahaya seperti ARSENIKUM dan SIANIDA, serta lebih dari 4000 bahan lainnya.

Jadi bukan hanya NIKOTIN dan TAR aja yang ngerusakin diri lu.

Ini beberapa bahan kimia paling berbahaya dari rokok :

1.
ASETON - bahan utama penghapus cat dan cat kuku.

2.
METANOL - bahan bakar roket.

3.
NAFTALEN - Kapur Barus. Ingat gak kata Mama kapur barus jangan ditelan?

4.
CADMIUM - dipakai pada AKI mobil.

5.
VINYL CHLORIDA - bahan plastik PVC

6.
HIDROGEN SIANIDA - Gas racun yang dipakai untuk pelaksanaan hukuman mati di kamar gas. (keren ini)

7.
AMONIA - Pembersih lantai.

8.
TOLUENE - pelarut industri

9.
ARSENIK - Racun Tikus

10.
FENOL - Disinfektan / pembunuh kuman

11.
BUTAN - Bahan Bakar korek api.

12.
POLONIUM - bahan berradiasi.

Masih banyak zat berbahaya lain dalam rokok. Have I mentioned DDT aka insecticide?



Dan ini 3 bahan yang paling mengerikan :

13.
GAS KARBON MONOKSIDA [CO] - gas keluaran dari knalpot yang jika terlalu banyak dihirup bisa menyebabkan sesak nafas, pusing, mual, dan bahkan kematian. CO lebih ganteng dari Oksigen, jadi ketika sampai di paru-paru, ia lebih "dicintai" oleh Hemoglobin, si pengikat Oksigen dalam darah. Hasilnya, Oksigen tidak diangkut darah dan ketika jantung dan otak kamu kekurangan Oksigen... well, RIP.

14.
NIKOTIN - Perangsang zat kimia di otak, menyebabkan kecanduan, merangsang kelenjar adrenalin untuk menghasilkan hormon yang mengganggu kerja jantung.

15.
TAR - Ini hitam. Ini Lengket. Penyebab kanker utama rokok. TAR juga menyebabkan rambut getar di saluran pernafasan menjadi berhenti. Padahal rambut ini mencegah bahan berbahaya masuk ke dalam paru-paru..

Ingat bahwa
perokok pasif juga mendapat sebagian besar dari bahan-bahan tersebut. Kasihan kan mereka...
Maka tidak heran lah setiap jenis rokok diberikan peringatan yang kadang masih banyak diabaikan orang.

 

Jumat, 19 Agustus 2011

Rahasia Kemampuan Laba - laba merayap pada langit2



Rahasia Kemampuan Laba-Laba Merayap Pada Langit-Langit
Sekelompok peneliti yang diketuai oleh pakar biomekanika Andrew Martin dari Institute for Technical
Zoology and Bionics [Institut Zoologi Teknik dan Bionika] di Bremen, Jerman, meneliti kaki seekor laba-laba pelompat berukuran kecil (Evarcha arcuata) dengan menggunakan mikroskop elektron. Gambar yang mereka dapatkan memperlihatkan serangkaian rambut-rambut panjang (setae) di bawah telapak kakinya, sebagaimana yang dijumpai pada laba-laba lainnya. Di bagian permukaan ujung bawah atau bagian telapak dari masing-masing rambut ini tertutupi oleh rambut-rambut yang jauh lebih kecil lagi (setule) dengan ujung berbentuk segitiga.

Untuk memastikan jenis gaya tarik-menarik yang berperan, para ilmuwan tersebut mengukur gaya tarik-menarik antara kaki laba-laba dengan sebuah batang kecil, serta menggunakan cara yang lebih sering diterapkan dalam ilmu bahan. Penghitungan oleh para ilmuwan tersebut menunjukkan bahwa seekor laba-laba yang bergantung pada langit-langit dengan penempelan 600.000 setule menghasilkan gaya tarik-menarik yang mampu menahan 173 kali bobot badannya sendiri.

Setelah menafsirkan hasil ini, Martin menyimpulkan bahwa laba-laba tersebut menempel pada permukaan melalui gaya-gaya van der Walls (gaya tarik-menarik elektrostatik antarmolekul yang terpisah pada jarak 1/1.000.000 milimeter). Gaya-gaya van der Waals bergantung hanya pada jarak antara dua benda dan tidak dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Oleh karena itu, cara yang digunakan laba-laba ini untuk menempel pada dinding dapat ditiru dalam pembuatan bahan seperti kertas catatan yang dapat menempel ketika basah, dan seragam ruang angkasa yang dapat melekat pada permukaan di ruang angkasa. (Rambut-rambut ini tidak hanya ditemukan pada laba-laba. Dari sebuah penelitian di tahun 2002 diketahui bahwa tokek juga menempel pada permukaan dengan menggunakan gaya-gaya van der Waals.)

Untuk seekor laba-laba, berjalan pada permukaan langit-langit merupakan keahlian hebat yang mengagumkan. Yang lebih mengejutkan lagi adalah bagaimana keahlian bergantung pada 600.000 rambut halus ini dapat terjadi. Rata-rata terdapat sekitar 100.000 rambut pada kepala manusia, sebaliknya, enam kali lipat jumlah ini terdapat pada telapak kaki laba-laba yang ukurannya jauh lebih kecil daripada kepala manusia. Keberadaan sedemikian banyak rambut-rambut berukuran teramat kecil pada tempat dengan luasan yang sedemikian kecil menyingkapkan adanya kehebatan desain mikro. Yang mengejutkan lagi adalah bahwa rambut-rambut ini tidak asal ditemukan pada bagian mana pun dari tubuh sang laba-laba, melainkan pada telapak kaki-kakinya. Informasi genetik mengenai bentuk dan rancangan rambut-rambut ini terdapat pada DNA sang laba-laba, dan sel-sel pada telapak kakinya membuat dan menumbuhkan rambut-rambut tersebut mengikuti perancangan desain ini.

Sudah pasti mustahil bagi seekor laba-laba untuk membuat desain itu sendiri. Tidak ada laba-laba yang dapat berpikir untuk menerapkan gaya-gaya van der Waals dengan melakukan pengukuran gaya elektrostatik agar dapat berjalan pada permukaan langit-langit. Laba-laba tidak pula mampu membuat dan menumbuhkan rambut-rambut pada kakinya sendiri. Jelaslah bahwa semua ini telah secara khusus dirancang untuk tujuan tertentu. Bahkan, nama jurnal yang menerbitkan hasil penelitian tentang bidang ini merupakan sebuah petunjuk teramat penting tentang hal ini: Smart Materials and Structures [Bahan dan Struktur Cerdas], 19 April 2004.

Para ilmuwan bertujuan memecahkan permasalahan yang ditemui di dunia industri melalui ilham yang bersumberkan dari desain di alam. Gagasan tentang "smart materials" [bahan cerdas] adalah sebuah bidang kajian yang dengannya para ilmuwan menggambarkan bahan-bahan yang mereka gunakan dalam upaya pengembangan produk dengan sesedikit mungkin kesulitan.

Rahasia Kemampuan Laba - laba merayap pada langit2



Rahasia Kemampuan Laba-Laba Merayap Pada Langit-Langit
Sekelompok peneliti yang diketuai oleh pakar biomekanika Andrew Martin dari Institute for Technical
Zoology and Bionics [Institut Zoologi Teknik dan Bionika] di Bremen, Jerman, meneliti kaki seekor laba-laba pelompat berukuran kecil (Evarcha arcuata) dengan menggunakan mikroskop elektron. Gambar yang mereka dapatkan memperlihatkan serangkaian rambut-rambut panjang (setae) di bawah telapak kakinya, sebagaimana yang dijumpai pada laba-laba lainnya. Di bagian permukaan ujung bawah atau bagian telapak dari masing-masing rambut ini tertutupi oleh rambut-rambut yang jauh lebih kecil lagi (setule) dengan ujung berbentuk segitiga.

Untuk memastikan jenis gaya tarik-menarik yang berperan, para ilmuwan tersebut mengukur gaya tarik-menarik antara kaki laba-laba dengan sebuah batang kecil, serta menggunakan cara yang lebih sering diterapkan dalam ilmu bahan. Penghitungan oleh para ilmuwan tersebut menunjukkan bahwa seekor laba-laba yang bergantung pada langit-langit dengan penempelan 600.000 setule menghasilkan gaya tarik-menarik yang mampu menahan 173 kali bobot badannya sendiri.

Setelah menafsirkan hasil ini, Martin menyimpulkan bahwa laba-laba tersebut menempel pada permukaan melalui gaya-gaya van der Walls (gaya tarik-menarik elektrostatik antarmolekul yang terpisah pada jarak 1/1.000.000 milimeter). Gaya-gaya van der Waals bergantung hanya pada jarak antara dua benda dan tidak dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Oleh karena itu, cara yang digunakan laba-laba ini untuk menempel pada dinding dapat ditiru dalam pembuatan bahan seperti kertas catatan yang dapat menempel ketika basah, dan seragam ruang angkasa yang dapat melekat pada permukaan di ruang angkasa. (Rambut-rambut ini tidak hanya ditemukan pada laba-laba. Dari sebuah penelitian di tahun 2002 diketahui bahwa tokek juga menempel pada permukaan dengan menggunakan gaya-gaya van der Waals.)

Untuk seekor laba-laba, berjalan pada permukaan langit-langit merupakan keahlian hebat yang mengagumkan. Yang lebih mengejutkan lagi adalah bagaimana keahlian bergantung pada 600.000 rambut halus ini dapat terjadi. Rata-rata terdapat sekitar 100.000 rambut pada kepala manusia, sebaliknya, enam kali lipat jumlah ini terdapat pada telapak kaki laba-laba yang ukurannya jauh lebih kecil daripada kepala manusia. Keberadaan sedemikian banyak rambut-rambut berukuran teramat kecil pada tempat dengan luasan yang sedemikian kecil menyingkapkan adanya kehebatan desain mikro. Yang mengejutkan lagi adalah bahwa rambut-rambut ini tidak asal ditemukan pada bagian mana pun dari tubuh sang laba-laba, melainkan pada telapak kaki-kakinya. Informasi genetik mengenai bentuk dan rancangan rambut-rambut ini terdapat pada DNA sang laba-laba, dan sel-sel pada telapak kakinya membuat dan menumbuhkan rambut-rambut tersebut mengikuti perancangan desain ini.

Sudah pasti mustahil bagi seekor laba-laba untuk membuat desain itu sendiri. Tidak ada laba-laba yang dapat berpikir untuk menerapkan gaya-gaya van der Waals dengan melakukan pengukuran gaya elektrostatik agar dapat berjalan pada permukaan langit-langit. Laba-laba tidak pula mampu membuat dan menumbuhkan rambut-rambut pada kakinya sendiri. Jelaslah bahwa semua ini telah secara khusus dirancang untuk tujuan tertentu. Bahkan, nama jurnal yang menerbitkan hasil penelitian tentang bidang ini merupakan sebuah petunjuk teramat penting tentang hal ini: Smart Materials and Structures [Bahan dan Struktur Cerdas], 19 April 2004.

Para ilmuwan bertujuan memecahkan permasalahan yang ditemui di dunia industri melalui ilham yang bersumberkan dari desain di alam. Gagasan tentang "smart materials" [bahan cerdas] adalah sebuah bidang kajian yang dengannya para ilmuwan menggambarkan bahan-bahan yang mereka gunakan dalam upaya pengembangan produk dengan sesedikit mungkin kesulitan.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons