Kamis, 29 September 2011

Senjata Hadapi Global Warming

Ilmuwan Inggris membuat balon helium seukuran Stadion Wembley yang dikaitkan pada sebuah kapal yang diterbangkan pada ketinggian 20km.

Balon inilah yang disebut-sebut akan menjadi ‘senjata’ untuk menyelamatkan planet ini dari pemanasan global.



Ilmuwan ini menyelidiki apakah pipa air biasa mampu digunakan menembakkan partikel ke atmosfer dan mendinginkan Bumi.

Prototipe balon ini telah dibuat dan akan diterbangkan bulan depan dari lapangan terbang di Norfolk dalam percobaan yang menghabiskan dana GBP 200 ribu (Rp2,8 miliar).

Upaya ini dilakukan guna menyelidiki ‘rekayasa geo,’ proses kontroversial seputar percobaan manusia dalam memanipulasi iklim.

Ide di balik upaya ini adalah jutaan partikel bahan kimia akan difungsikan seperti cermin dan memantulkan sinar matahari untuk menghentikan pemanasan planet.

Balon ini dibuat ilmuwan di universitas Oxford, Cambridge, Bristol dan Edinburgh. Menurut keterangan mereka seperti dikutip Dailymail, sebanyak 10 balon akan menyebar, 10 juta ton bahan kimia itu akan berada di stratorfer tiap tahun untuk menurunkan suhu global 2 derajat Celsius dalam dua tahun.

Sumber :
inilah.com

Senjata Hadapi Global Warming

Ilmuwan Inggris membuat balon helium seukuran Stadion Wembley yang dikaitkan pada sebuah kapal yang diterbangkan pada ketinggian 20km.

Balon inilah yang disebut-sebut akan menjadi ‘senjata’ untuk menyelamatkan planet ini dari pemanasan global.



Ilmuwan ini menyelidiki apakah pipa air biasa mampu digunakan menembakkan partikel ke atmosfer dan mendinginkan Bumi.

Prototipe balon ini telah dibuat dan akan diterbangkan bulan depan dari lapangan terbang di Norfolk dalam percobaan yang menghabiskan dana GBP 200 ribu (Rp2,8 miliar).

Upaya ini dilakukan guna menyelidiki ‘rekayasa geo,’ proses kontroversial seputar percobaan manusia dalam memanipulasi iklim.

Ide di balik upaya ini adalah jutaan partikel bahan kimia akan difungsikan seperti cermin dan memantulkan sinar matahari untuk menghentikan pemanasan planet.

Balon ini dibuat ilmuwan di universitas Oxford, Cambridge, Bristol dan Edinburgh. Menurut keterangan mereka seperti dikutip Dailymail, sebanyak 10 balon akan menyebar, 10 juta ton bahan kimia itu akan berada di stratorfer tiap tahun untuk menurunkan suhu global 2 derajat Celsius dalam dua tahun.

Sumber :
inilah.com

Proses Terbentuknya Bulan

Teori ‘Giant Impact’ merupakan hipotesa bagaimana proses terbentuknya bulan. Ilmuwan berteori, Bulan terbentuk akibat bergabungnya serpihan-serpihan pecahan Bumi yang ketika itu masih muda bertabrakan dengan benda langit berukuran sebesar planet Mars.


http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/05/27/112005_giant-impact--teori-bagaimana-terbentuknya-bulan_300_225.jpg


Salah satu bukti yang mendukung hipotesa ini adalah contoh-contoh bebatuan yang diambil para astronot saat mengunjungi Bulan. Dari bebatuan itu, terindikasi bahwa permukaan Bulan sebelumnya berbentuk cair dan kemungkinan ia memiliki inti kecil dari besi dengan kepadatan yang lebih rendah dibanding Bumi.

Adapun benda langit yang menghantam Bumi disebut sebagai Theia, diambil dari nama dewi bangsa Yunani, yang merupakan ibu dari Selene, dewi Bulan.

Menurut teori Giant Impact, Theia terbentuk bersama dengan planet-planet lainnay di tata surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Ia mengitari Matahari dalam orbit yang kurang lebih sama dengan Bumi sekitar 60 derajat di depan atau di belakang Bumi.

Stabilitasnya dalam mengitari Bumi kemudian terganggu karena Theia kemudian tumbuh melampaui batas maksimal 10 persen massa planet Bumi. Akibatnya, gaya gravitasi membuat Theia meninggalkan posisi orbitnya dan mendekati Bumi lalu saling bertabrakan.

Menurut para astronom, tabrakan antara Bumi dan Theia terjadi sekitar 4,53 miliar tahun lalu, atau sekitar 30 sampai 50 juta tahun setelah terbentuknya sistem tata surya. Akan tetapi, dari bukti-bukti terakhir, terindikasi bahwa tabrakan itu terjadi lebih lambat, yakni 4,48 miliar tahun lalu.


Sumber :
teknologi.vivanews.com

Proses Terbentuknya Bulan

Teori ‘Giant Impact’ merupakan hipotesa bagaimana proses terbentuknya bulan. Ilmuwan berteori, Bulan terbentuk akibat bergabungnya serpihan-serpihan pecahan Bumi yang ketika itu masih muda bertabrakan dengan benda langit berukuran sebesar planet Mars.


http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/05/27/112005_giant-impact--teori-bagaimana-terbentuknya-bulan_300_225.jpg


Salah satu bukti yang mendukung hipotesa ini adalah contoh-contoh bebatuan yang diambil para astronot saat mengunjungi Bulan. Dari bebatuan itu, terindikasi bahwa permukaan Bulan sebelumnya berbentuk cair dan kemungkinan ia memiliki inti kecil dari besi dengan kepadatan yang lebih rendah dibanding Bumi.

Adapun benda langit yang menghantam Bumi disebut sebagai Theia, diambil dari nama dewi bangsa Yunani, yang merupakan ibu dari Selene, dewi Bulan.

Menurut teori Giant Impact, Theia terbentuk bersama dengan planet-planet lainnay di tata surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Ia mengitari Matahari dalam orbit yang kurang lebih sama dengan Bumi sekitar 60 derajat di depan atau di belakang Bumi.

Stabilitasnya dalam mengitari Bumi kemudian terganggu karena Theia kemudian tumbuh melampaui batas maksimal 10 persen massa planet Bumi. Akibatnya, gaya gravitasi membuat Theia meninggalkan posisi orbitnya dan mendekati Bumi lalu saling bertabrakan.

Menurut para astronom, tabrakan antara Bumi dan Theia terjadi sekitar 4,53 miliar tahun lalu, atau sekitar 30 sampai 50 juta tahun setelah terbentuknya sistem tata surya. Akan tetapi, dari bukti-bukti terakhir, terindikasi bahwa tabrakan itu terjadi lebih lambat, yakni 4,48 miliar tahun lalu.


Sumber :
teknologi.vivanews.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons