Selasa, 19 Juni 2012

Manfaat Jagung bagi Kesehatan (II-Habis)

detail berita
 APAKAH Anda tahu bahwa jagung sangat penting dikonsumsi ibu hamil? Ya, pasalnya jagung memiliki segudang manfaat baik bagi tubuh.

Jagung merupakan penganan yang kaya akan berbagai vitamin, mineral, dan serat. Jagung bermanfaat banyak bagi kesehatan, seperti perawatan tubuh dengan pati jagung.

Jagung pun dapat menurunkan risiko berbagai penyakit, seperti anemia dan kolesterol dengan memasok tubuh Anda dengan nutrisi yang diperlukan untuk hidup sehat.

Berikut paparan lanjutan mengenai manfaat jagung, sebagaimana dilansir Boldsky.

Penting selama kehamilan

Wanita hamil tidak boleh sampai lupa memasukkan beberapa menu jagung dalam makanan mereka. Pasalnya, asam folat yang terdapat dalam jagung sangat baik bagi kesehatan ibu hamil dan bayi. Sehingga kekurangan asam folat pada wanita hamil mempengaruhi bayi.

Kurangnya asam folat dalam tubuh mempengaruhi berat badan bayi. Manfaat jagung manis untuk mencegah bayi baru lahir kekurangan berat badan dan menghindari dari kecacatan lainnya.

Mencegah anemia

Anemia merupakan suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah berkurang jauh karena kurangnya zat besi. Dengan demikian, manfaat kesehatan dari jagung manis karena kaya vitamin B dan asam folat yang mencegah anemia.

Mengontrol kolesterol

Kolesterol merupakan zat yang diproduksi oleh hati. Ada dua jenis kolesterol, kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL).  Peningkatan kolesterol jahat dikarenakan asupan makanan berlemak, melemahkan hati, dan dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular.

Vitamin C, karotenoid, dan bioflavinoids yang terkandung dalam jagung manis menjaga jantung Anda sehat dengan mengendalikan kadar kolesterol dan meningkatkan aliran darah dalam tubuh.




Sumber:okezone.com




Senin, 04 Juni 2012

10 Bahan Pengawet & Zat Adiktif Wajib Dihindari (I)

detail berita
Bahan pengawet salah satunya ada di roti (Foto: Corbis)
BAHAN pengawet dan zat adiktif sangat berbahaya bagi kesehatan. Sebelum Anda terkena dampaknya, hindari bahan-bahan berbahaya ini.

Seiring perkembangan zaman, keberadaan zat adiktif serta bahan pengawet banyak menyusup dalam makanan. Anda wajib mengetahuinya agar terhindar dari gangguan kesehatan serius. Berikut ini beberapa bahan pengawet dan zat adiktif pada makanan yang sebaiknya Anda hindari, seperti dilansir Sheknows.

Amonium sulfat

Amonium sulfat ialah pengawet yang sering digunakan dalam roti (biasanya dicampur dalam ragi). Tapi juga bisa sebagai pembersih dan terdapat dalam pupuk tanaman.

L-sistein

L-sistein terbuat dari bulu bebek atau rambut manusia dan dianggap protein alami karena dapat dicerna sebagai asam amino. L-sistein biasanya digunakan untuk adonan roti dan kue.

Titanium dioksida

Titanium dioksida sering digunakan dalam tabir surya karena dapat menyerap sinar UV. Namun, zat ini juga digunakan dalam susu, salad dressings, frosting, dan creamer kopi, dan sebagainya.

Butylated hydroxyanisole

Butylated hydroxyanisole (BHA) ialah pengawet makanan berbasis fenol yang berfungsi sebagai antioksidan untuk makanan untuk mencegah makanan menjadi tengik. BHA dapat menyebabkan kanker dan biasanya ditemukan pada obat-obatan, makanan kemasan dan pakan ternak.

Butylated hidroksitoluen
Butylated hidroksitoluen (BHT) ialah makanan pengawet mirip dengan BHA yang juga mencegah minyak dalam makanan menjadi tengik. BHA biasanya digunakan untuk kosmetik, bahan bakar jet, karet dan cairan pembalseman.





Sumber:Okezone.com

10 Bahan Pengawet & Zat Adiktif Wajib Dihindari (II-Habis)

detail berita
Natrium nitrit (Foto: Natrium nitrit)
BEREDARNYA bahan pengawet dan zat adiktif di pasaran baik dalam bentuk makanan dan obat-obatan patut diwaspadai. Inilah beberapa di antaranya yang perlu Anda hindari.

Keberadaan bahan pengawet dan zat adiktif yang mengancam kesehatan sudah sepatutnya dihindari. Sebelum menjadi masalah serius yang mengganggu kesehatan Anda, menghindari bahan-bahan berbahaya tersebut jadi antisipasi yang dapat dilakukan. Sheknows memaparkan sederet bahan pengawet dan zat adiktif berbahaya yang perlu dihindari.

Natrium nitrit

Natrium nitrit dan natrium nitrat biasanya digunakan untuk mengawetkan produk daging, mencegah pertumbuhan bakteri, membantu mempertahankan warna merah daging, dan menambahkan rasa enak pada daging asin seperti bacon. Namun, zat ini juga digunakan dalam pelapisan logam, zat reaksi kimia untuk fotografi, dan pewarna tekstil.

Natrium benzoat

Natrium benzoat ialah pengawet yang digunakan dalam cairan asam seperti cuka, jus, atau minuman ringan dan produk makanan seperti margarin dan hamburger cepat saji. Namun, natrium benzoat juga digunakan dalam pembuatan kembang api dan bahan bakar roket besar.

Kalium bromat (Potassium bromate)

Kalium bromat paling sering ditemukan pada produk roti untuk meningkatkan kualitas tepung. Zat ini bahkan dalam dosis yang sangat kecil dapat membahayakan dan telah dilarang di Kanada, Eropa, dan China.

Kastor (Castoreum)

Kastor ialah penambah rasa alami yang sering digunakan dalam produk rasa buah untuk menambah rasa buah. Namun, kastor tidak terbuat dari buah, tapi dari ekskresi dari kelenjar perineum berang-berang.

Pemanis buatan

Pemanis buatan termasuk sukralosa, sakarin, dan sorbitol sangatlah berbahaya bagi tubuh. Pemanis buatan ini dapat mengganggu metabolisme sehingga dapat menurunkan berat badan, tapi mudah menaikkan berat badan. Zat ini juga dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, diabetes, dan kanker.





Sumber:Okezone.com

Jangan Abaikan Kram & Kesemutan

detail berita
Alami kram perut (Foto: Corbis)
KRAM atau kesemutan sering kali dianggap biasa. Padahal, bisa jadi ini merupakan gejala neuropati atau ada saraf yang rusak.

Mungkin banyak yang menganggap kram, kesemutan, atau mati rasa di tangan atau kaki saat duduk terlalu lama sebagai hal biasa. Mulai saat ini, anggapan tersebut sudah harus disingkirkan. Gejala-gejala tersebut, terutama yang tanpa sebab, merupakan pertanda adanya kerusakan saraf yang disebut neuropati.

Neuropati adalah kerusakan saraf karena penyakit, trauma pada saraf, atau dapat juga karena efek samping dari suatu penyakit sistemik. Gangguan ini dapat mengancam siapa saja. Namun, risikonya lebih besar, sekitar satu dari empat orang berusia sekitar 40 tahun ke atas dan satu dari dua orang penderita diabetes. Neuropati juga dapat menyerang seseorang yang mengalami defisiensi vitamin B1, B6, dan B12.

“Neuropati sering kali tidak disadari sebagai penyakit, melainkan kondisi yang umum terjadi. Padahal, jika dibiarkan, neuropati dapat mengganggu mobilitas penderitanya,” kata Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Pusat dr Manfaluthy Hakim SpS(K) saat acara temu media bertajuk Kenali Neuropati dan Perhatikan Gejalanya di Hotel Mulia Senayan, Jakarta.

Manfaluthy menyebutkan, gejala neuropati meliputi nyeri seperti terbakar di tangan dan kaki, rasa baal, mati rasa, kram, kaku-kaku, kesemutan, kulit hipersensitif, kulit mengkilap tidak wajar, rambut rontok pada area tertentu, kelemahan tubuh dan anggota gerak, serta atrofi otot atau otot mengecil. Namun, menurut dia, perbedaan kesemutan atau kram biasa adalah gejala neuropati berlangsung spontan tanpa provokasi terlebih dahulu.

“Jika keluhannya membaik atau hilang saat memperbaiki posisi atau terjadi pada saat-saat tertentu saja, itu bukan neuropati. Tapi itu bisa jadi pertanda awal adanya gangguan peredaran darah,” ujar Manfaluthy.

Neuropati, Manfaluthy menyebutkan, terbagi beberapa jenis. Pertama, karena penuaan. Lebih dari 26% orang berusia di atas 40 tahun menderita gangguan ini. Apabila tidak diterapi dengan benar, neuropati dapat menjadi parah dan mengarah ke penyakit-penyakit saraf yang lebih berat. Ada juga neuropati diabetikum karena penyakit diabetes.

Lebih dari 50% pasien diabetes mengalami neuropati, terutama pada penderita dengan kadar gula darah tidak terkontrol. Gejala lain yang menyertainya di antaranya gangguan pencernaan, mual, muntah,diare,sulit buang air besar, pusing, pingsan, masalah buang air kecil, disfungsi ereksi, hingga kekeringan vagina. “Pada beberapa pasien malah bisa tanpa gejala,” sebutnya.

Neuropati juga dapat disebabkan oleh kurangnya asupan atau defisiensi vitamin neurotropik, yaitu vitamin B1, B6, dan B12. Dia menuturkan, vitamin ini adalah makanan saraf yang sangat dibutuhkan untuk melindungi dan meregenerasi saraf. Vitamin neurotropik berfungsi menormalkan fungsi saraf dengan memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf.

“Asupan vitamin B12 yang sangat dibutuhkan tubuh karena vitamin B12 yang masuk ke tubuh hanya diserap kurang dari 2% asupannya,” sebut Manfaluthy.

Untuk itu, dalam upaya mencegah neuropati, Manfaluthy menyarankan, jangan lupa selalu mengonsumsi vitamin neurotropik. Hal itu agar sistem saraf dapat bekerja dengan baik dan mencegah terjadinya komplikasi pada pasien diabetes. Tubuh juga membutuhkan nutrisi seimbang dan dapat memenuhi kebutuhan untuk otak, saraf tepi, dan fungsi lainnya. Selain itu, menjalankan pola hidup yang benar dan sehat. Apabila menderita diabetes, hipertensi, dan jantung, maka manajemen penyakit agar terkontrol dengan baik.

”Penting pula pemeriksaan kondisi tubuh secara berkala sehingga dapat mendeteksi gejala neuropati secara dini dan dapat ditangani dengan cepat,” ucapnya.

Karena itu, untuk membantu masyarakat dalam mengecek kondisi saraf, Perdossi didukung Merck Serono, Divisi Obat Peresepan dari PT Merck Tbk, membuka Neuropathy Service Point. Ini adalah tempat pemeriksaan kondisi saraf secara gratis dengan pelayanan praktis, mudah, cepat, dan dekat.

Neuropathy Service Point akan dibuka pada 1 Juni hingga 24 Juni 2012 di enam rumah sakit (RS) di Jakarta. RS tersebut di antaranya RS Siloam Kebon Jeruk, RS Siloam Karawaci, dan RS Grha Kedoya dan tiga lainnya yang masih dalam tahap konfirmasi. Ada juga di Surabaya pada 29 Juni hingga 15 Juli 2012 di RS Adi Husada, RS PHC, RS Petrokimia Gresik, dan RS Siloam. Neuropathy Service Point juga dibuka di Medan pada 20 hingga 29 Juli bertempat di RS Methodist.

“Neuropati merupakan kondisi yang selama ini diabaikan masyarakat. Padahal, kondisi ini berpotensi menyerang siapa saja dan pencegahannya sangat mudah. Merck Serono mendukung program edukasi mengenai neuropati dan vitamin neurotropik yang dilakukan Perdossi,” kata Herlina Harjono, Business Unit Director Merck Serono.




Sumber:OKezone.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons